This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

Air Terjun Sedudo


Air Terjun Sedudo berada di ketinggianan 1.438 meter di atas permukaan laut (dpl) di sisi timur kawasan Gunung Wilis, dengan ketinggian air terjun sekitar 105 meter.



Air terjun Sedudo sudah terkenal sejak jaman Majapahit yang mana air terjun ini diyakini sebagai Tirta Suci yang mengalir dari kahyangan.  Bahkan Para Raja, Bangsawan dan Pendeta pada jaman itu sering mempergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca atau senjata pusaka dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda.

Hingga sekarang pihak Pemkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro bulan Sura (kalender Jawa).  Konon mitos yang ada sejak zaman Majapahit pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut.

Legenda
Dulu kawasan Sedudo merupakan tempat pertapaan Ki Ageng Ngaliman, tokoh pelopor penyebaran agama Islam di Nganjuk waktu itu. Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, maka setiap bulan Suro sebuah upacara ritual selalu digelar. Ritual yang diberin nama pengambilan Air Sedudo itu diisi dengan acara iring-iringan gadis berambut panjang yang berbusana adat Jawa, berjalan perlahan menuju kolam yang berada tepat di bawah air terjun.  
Mereka percaya, air yang mengalir tak henti-hentinya mengalir di Sedudo, bersumber dari tempat keramat, yakni tempat di mana para dewa bersemayam. Tak heran, ketika malam tahun baru Hijriyah 1 Muharram, atau biasa dikenal malam 1 Suro oleh masyarakat Jawa, ribuan pengunjung selalu memadati Sedudo. Di tengah dinginnya air terjun Sedudo, mereka mandi beramai-ramai di kolamnya.
Aspek sejarah lain, khususnya tentang pemanfaatan Sedudo oleh kalangan raja dan ulama di zaman Kerajaan Majapahit dan kejayaan Islam, sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat tentang khasiat air terjun tersebut. Di jaman Majapahit Sedudo sering digunakan untuk mencuci senjata pusaka milik raja dan patih dalam Prana Pratista. Sementara di zaman kerajaan Islam, Sedudo sangat dikenal sebagai kawasan pertapaan Ki Ageng Ngaliman.

Lokasi

Terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, 
Kabupaten Nganjuk, PropinsiJawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS: 
7° 46' 9.61" S  111° 45' 56.89" E  

Aksesbilitas

Berjarak sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk dengan melewati daerah Kecamatan Berbek dan Sawahan.  Lokasi objek wisata ini sangat mudah dijangkau dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum (seperti bus) maupun kendaraan pribadi dengan kondisi jalan umumnya baik dan beraspal mulus. Hanya saja, karena lokasinya di gunung, jalan menuju air terjun Sedudo cenderung menanjak, naik-turun, dan berkelok-kelok. Kondisi jalan seperti ini tentu sulit untuk dilewati oleh kendaraan jenis bus. Karena itu, bila berniat ke air terjun Sedudo, sebaiknya gunakan kendaraan roda empat non bus.  Meski tidak ada angkutan umum yang langsung menuju obyek wisata, tapi banyak mobil sewaan yang siap mengantar.
Setelah melewati gerbang utama dan membayar karcis akan ditemui jalan dua arah, ke atas menuju Air Terjun Sedudo, sedangkan ke bawah menuju Agrowisata Ganter dan Air Terjun Singokromo.  Dari gerbang ini perjalanan menanjak masih berlanjut sekitar dua kilometer.  Setelah melewati satu pos penjagaan lagi, barulah terdengar gemuruh Air Terjun Sedudo yang sudah di depan mata.   Untuk menuju ke pelataran air terjun harus berjalan menuruni tangga sekitar 5 menit.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk  adalah Rp 2500/orang.  Tarif parkir kendaraan roda dua dipungut Rp 1.000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 2.000.

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas yang dimiliki di tempat wisata ini umumnya cukup baik dan lengkap seperti ruang ganti, kolam tempat berendam atau berenang, toilet, tempat istirahat dan berbagai rumah makan serta toko cinderamata.  Bagi yang membutuhkan penginapan juga tersedia hotel yang berada di sekitar kawasan ini.





PAMUKKALE ( WISATA PEMANDIAN AIR PANAS TURKI )




Wisata Muslim Turki - Mungkin sahabat wisata muslim sudah sering mandi di kolam renang atau  mandi di pemandian panas milik pribadi. Sahabat juga mungkin sering mengunjungi tempat pemandian air panas yang ada di Indonesia. Nah, jika sedang berada di Turki, sahabat wisata muslim harus mencoba sebuah tempat wisata dengan fasilitas pemandian air panas yang dijamin bisa membuat ketagihan ini. Pamukkale Springs, pemandian di Turki yang akan membuat seluruh tubuh Anda berkeringat.

Satu lagi pesona Turki yang berhasil mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, Pamukkale. Pamukkale merupakan objek wisata air panas di Turki. Situs alam yang terletak di Denizli, Turki, ini merupakan salah satu keajaiban alam yang luar biasa. Air hangat kaya mineral yang memiliki suhu 35° C ini jatuh dari puncak gunung ke lereng sehingga menciptakan kontur yang eksotis.

Dalam bahasa Turki, Pamukkale berarti benteng kapas. Sesuai dengan namanya, sumber air panas ini memang tampak seperti tumpukan kapas berwarna putih. Warna putih tersebut berasal dari hidrogen karbonat dan kalsium yang terkandung dalam air panas. Akibat kandungan dalam air panas yang selalu meningkat ini, lama-kelamaan lokasi keluarnya air panas ini membentuk lapisan kapur putih dan menyerupai air terjun beku.


Lokasi Pamukkale


mukkale, yang berjarak sekitar 19 kilometer dari utara Denzil, memiliki pemandangan alam yang mata airnya memiliki serat dari bumi. Pamukkale telah dijadikan air Spa sejak Romawi membangun air Spa suci hangat berupa Hierapolis pada saat musim semi. Kolam air Spa tersebut dipenuhi dengan banyak marmer yang diambil dari kuil Apollo, Roma.

Pamukkale merupakan taman nasional air terjun di kawasan Lereng Travertine dengan tebing setinggi 20 meter di sepanjang dataran bukit pegunungan Cokelez. Lembah air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas dataran Curuksu yang meluas 6 kilometer di sekitar desa Karahayit, Pamukalee. Kolam yang berada di lembah tersebut memiliki keunikan tersendiri, yaitu dengan meluasnya ke arah kompleks utara Alasheir, sekitar 70 kilometer persegi dan barat sepanjang lembah sungai Menderes. Aliran sungai ini memberikan saluran air panas ke desa-desa terdekat dan daerah pertanian selama beberapa tahun lamanya. Batuannya yang lama di daerah lereng tersebut menjadi kristal berupa kurasit dan sekis yang terletak di utara taman batu zaman pliosen.


Keindahan Pamukkale


Secara keseluruhan, sumber air panas ini memiliki panjang 2.700 meter, lebar 600 meter, dan tinggi 160 meter. Sumber air panas ini memang cukup besar karena terbentuk dari 17 sumber air panas yang bergabung menjadi satu. Suhu  air di Pamukkale mencapai 35 derajat Celcius sampai 100 derajat Celcius.

Daya tarik Pamukkale yang paling kuat adalah tebing putihnya yang terbentuk dari kandungan air  panas, yang kemudian membeku dan membentuk seperti air terjun beku. Kecantikan inilah yang sukses menjadikan Pamukkale sebagai tempat pemberhentian wajib para backpacker dan traveler.

Pamukkale menjadi pusat perhatian banyak orang setelah adanya cerita perjalanan seorang backpacker ke Turki. Dalam catatan tersebut, sang petualang tinggal sementara di hotel Pamukkale dan berjemur di atas kolam air mineral yang hangat. Pada tahun 1990 pemerintah kota tersebut melakukan pengembangan pada Pamukkale dan sekelilingnya. Pengembangan ini bertujuan memikat para pengunjung Air Spa lebih banyak.

Dengan uang sebesar 25 Lira (12 Euro), kita bisa berendam dan menikmati air panas setelah lelah seharian menempuh perjalanan. Di sana juga terdapat restoran dan toko suvenir, di mana wisatawan bisa menikmati makan siang dan membeli oleh-oleh khas Pamukkale.

Pamukkale, obyek rekreasi dan terapi
Selain sebagai objek wisata, tempat ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk terapi berbagai macam penyakit. Biasanya, pengunjung yang datang memanfaatkan air panas Pamukkale sebagai tempat spa dan terapi. Pengunjung percaya, berendam di kolam air panas mengalir yang kaya akan kandungan mineral bisa mengobati penyakit rematik, penyakit kulit, dan kelelahan saraf. Meski demikian, tak jarang pula yang datang hanya untuk berwisata dan berfoto ria.

Transportasi dan akomodasi di seputar Pamukkale




Dari Bandara Sabiha Gocken, sahabat wisata muslim bisa naik jasa travel atau bus yang tersedia di bandara menuju Istanbul Atasher. Dari Istanbul Attasher, perjalanan dilanjutkan menuju Denizli Ottogar. Perjalanan yang harus ditempuh cukup jauh, yaitu sekitar 8 jam untuk sampai di Denizli Otoghar dengan menggunakan bis. Dari Denizli menuju Pamukkale, pengunjung bisa menggunakan dolmus, ‘angkotnya’ turki, selama kurang lebih 30 menit.

Di kaki Lereng Travertines pada kota kecil itu terdapat banyak hotel, toko-toko, dan kantor untuk penjualan tiket masuk. Beberapa kilometer ke utara terdapat desa Krahayit yang dikelilingi hotel besar dan dipadati oleh banyak bus. Jika sahabat wisata muslim menggunakan mobil pribadi, terdapat banyak agen porter yang akan menanyakan keperluan kita terkait hotel, restoran, souvenir, dan sebagainya. Jika membutuhkan bantuan, mereka akan membawakan barang bawaan pengunjung dan melayani permintaan dengan meminta sedikit upah atas jasanya.

Demikian cerita seputar Pamukkale, Wisata Pemandian Air Panas Turki. Bagi sahabat wisata muslim yang ingin melakukan wisata atau umrah plus Turki,

Jumat, 22 November 2013

Danau Singkarak


Bagi anda yang gemar sekali memancing, pasti sudah cukup paham dengan keberadaan ikan Bilih. Ikan Bilih merupakan jenis ikan yang tidak dapat hidup dimanapun, selain di Danau Singkarak. Selain keunikan ikan bilih yang hanya akan dapat ditemukan di tempat ini, anda pun dapat merasakan banyaknya kenyamanan saat berkunjung diDanau. Namun, anda perlu waspada untuk melakukan aktifitas di area sekitar danau ini. Karena beberapa sumber menyatakan bahwa banyak sekali kejadian yang menyebabkan banyaknya orang hilang secara tiba-tiba saat berada di danau.
Danau Singkarak merupakan sebuah danau yang posisinya berada di dua kabupaten di Propinsi Sumatra Barat, yaitu Kabupaten Tanah datar dan Solok. Danau yang memiliki daerah aliran air sepanjang 1076 kilometer ini berfungsi sebagai penggerak PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Singkarak.








Misteri Orang Hilang di Danau Singkarak

Sejak tahun 1970an seringkali terdengar kejadian-kejadian yang misterius di Danau Singkarak. Misalnya tepat pada hari raya idul Fitri tahun 1970, sebuah kapal wisata yang mengangkut 12 wisatawan mendadak terbalik. Sekalipun sudah dilakukan pencarian, tidak ditemukan satu pun dari korban tersebut.
Kejadian yang sama beberapa tahun yang lalu, juga tredapat kapal yang terbalik dan semua dari korbannya tidak ditemukan meskipun tim SAR sudah mencari di seluruh penjuru danau. Kesamaan dari kedua peristiwa ini adalah korbannya sama-sama bukan dari daerah setempat.
Penduduk asli Singkarak mengatakan bahwa kejadian menghilangnya orang yang mengalami kecelakaan di danau merupakan campur tangan dari makhluk halus yang tinggal di danau tersebut. Mereka berasumsi bahwa makhluk tidak berkenan jika tidak diberikan tumbal ketika terdapat perayaan di  daerah tersebut.
Meskipun belum ditangguhkan kebenaran dari makhluk gaib yang berada di Danau Singkarak, namun anda harus terus waspada apabila melakukan wisata di tempat ini. Usahakan untuk melakukan kontak dengan penduduk setempat sebelum anda berniat menyeberangi danau.





Gunung Tangkuban Parahu


Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak diProvinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfurbelerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.





Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.
Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m di atas permukaan laut merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasanNgorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Rute jalan untuk sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban perahu adalah melewati pintu tol Pasteur, dilanjutkan ke Jl. Dr. Djunjunan - lanjut ke Pasirkaliki - melewati Sukajadi - Setiabudi - Lembang lalu sampai ke lokasi Tangkubanparahu (Gerbang Atas).
Bila keluar melalui pintu tol Padalarang (via Cipularang), bisa ambil arah ke Cimahi lalu belok ke kiri melalui Jl. Kolonel Masturi, lalu terus saja ikuti jalan Kolonel Masturi hingga ujungnya (melewati daerah kecamatan Cisarua dan kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat), lalu saat bertemu pertigaan Jl. Raya Lembang, belok kiri dan terus saja ikuti jalan melewati markas Brimob dll., ketika sudah melewati plang Tahu Tauhid di sebelah kiri maka sekitar 200 meter lagi akan sampai di Gerbang akses ke wisata kawah Tangkuban Perahu (kiri jalan).

GUNUNG SEMERU MALANG, JAWA TIMUR INDONESIA


Gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru 3,676 meter. Kawah gunung ini disebut Joggring Saloko. Gunung ini juga memiliki kawasan hutan seperti Puncak Trikora di Pegunugan Jayawijaya yaitu: Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, Hutan ericaceous atau Hutan Gunung.




Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk pulang-pergi mendaki gunung ini, untuk mendaki gunung ini dapat melalui Kota Malang dan Lumajang, dari terminal Kota Malang dengan menggunakan angkutan umum menuju desa Tumpang, setelah itu dapat di lanjutkan dengan menggunakan jip ataupun truk sayuran dengan biaya Rp 20.000 per orang.Sebelum sampai di desa terakhir di kaki semeru yaitu Ranu Pani,kita harus mendapatkan ijin mendaki di Gubuklakah dengan rincian biaya Rp 6.000 (maksimal 10 orang), Rp 2.000 untuk Karcis masuk taman, dan Rp 2.000 untuk Asuransi.Di Ranu Pani juga terdapat Pos Pemeriksaan,Penginapan dan Warung.

 Akan dikenakan biaya Rp 20.000 untuk pendaki yang membawa tenda, dan Rp 5000 untuk pendaki yang membawa kamera. Di Pos ini juga kita dapat mencari pemandu yang kebanyakan warga lokal yang membantu kita untuk menunjukkan arah atau rute pendakian,membawakan barang sampai memasak yang disebut dengan Porter. Di Pos ini juga terdapat dua buah Danau yang bisa kamu kunjungi antara lain Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo terletak di ketinggian 2,200 meter.

Sesampainya di Gapura Selamat Datang akan ada dua jalur alternatif bagi para pendaki, selain jalur yang biasa dilalui para pendaki ada pula jalur pintas namun di jalur ini jalanya sangat terjal dan curam sangat berbahaya untuk para pemula. Setelah berjalan sekitar 5 km kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah dengan hamparan bunga edelwais selain itu banyaknya pohon pinus dan cemara menjadikan udara di sini jauh dari polusi masih sangat alami,segar dan sejuk. Untuk menuju Ranu kumbolo masih harus berjalan 4,5 km, di sini terdapat pos penginapan bagi para pendaki atau bisa juga mendirikan tenda sendiri, Di Ranu Kumbolo terdapat danau yang airnya sangat jernih. Pemandangan terbaik di sini bisa di nikmati pagi hari karena bisa melihat matahari terbit dari sela-sela bukit.

Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional ini terdiri dari Pegunugan dan Lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa Gunung dan Danau di kaldera Tengger yaitu:
- Gunung Bromo dengan ketinggian 2.392 meter
- Gunung Batok dengan ketinggian 2.470 meter
- Gunung Kursi dengan ketinggian 2,581 meter
- Gunung Watangan dengan ketinggian 2,662 meter
- Gunung Wididaren dengan ketinggian 2,650 meter
- Danau Ranu Pani
- Danau Ranu Kumbolo
- Danuau Regulo dan
- Danau Darungan
Di karenakan luasnya kawasan Taman Nasional ini dan masih sangat alami, di sini juga dapat ditemukan aneka flora dan fauna antara lain: Cemara, Akasia, Pinus, Jenis Jamuju, Kirinyuh, Alang-alang, Harendong, Anggrek Endemik dan tentu saja Edelwais. Untuk Faunanya sendiri antara lain: Macan kumbang,Budeng, Luwak,Kijang, Kancil, Belibis dll.
Untuk itu meskipun menempuh jalan terjal dan curam, pastinya akan terbayar dengan keindahan alam sekitar.